Program Pemerintah Wajib Belajar 12 Tahun

Menurut Undang-Undang tentang sistem pendidikan nasional, program pendidikan haruslah diikuti warga negara Indonesia atas tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah sesuai batas minimal yang ada. Hal ini tentu memicu banyaknya pertanyaan mengapa masih banyak sekali anak-anak putus sekolah.

Tujuan dari Adanya Wajib Belajar 12 Tahun

Sebagai generasi muda yang melek pendidikan dan kemajuan teknologi, tentu sangat miris ketika menyaksikan banyaknya anak seumuran belum bisa melaksanakan program wajib belajar 12 tahun yang sudah ada sejak 2015 lalu ini. Selain untuk kesejahteraan masyarakat lantas apa lagi tujuan lainnya :

Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia

Indonesia adalah negara yang kaya, memiliki semua sumber daya yang tidak dimiliki bangsa lain. Sayangnya masyarakat masih belum bisa mengelolanya dengan baik. Untuk itu dengan program wajib belajar 12 tahun sampai jenjang menengah atas ini pemerintah berharap adanya peningkatan SDM.

Saat sudah sampai menengah atas tentunya semakin banyak materi dan pelajaran yang diterima oleh mereka untuk kemudian mampu terjun di dunia kerja dengan kualifikasi yang dibutuhkan. Lulusan SMA juga mempunyai peluang besar untuk masuk dalam dunia bisnis asalkan ada niat dan kemauan kuat.

Investasi Masa Depan

Ternyata mengenyam pendidikan keuntungannya bukan hanya untuk diri sendiri saja, melainkan bisa menjadi investasi masa depan suatu negara. Semakin tinggi pendidikan diharapkan akan semakin membaik moral suatu bangsa. Itulah mengapa wajib belajar 9 tahun diubah menjadi 12 tahun.

Pendidikan merupakan suatu upaya yang dengan sadar dilakukan oleh suatu negara, program terencana untuk menyiapkan bangsanya ke arah lebih baik lagi. Jadi program tersebut dibuat untuk sama-sama menghasilkan keuntungan, bagi masyarakatnya juga kepentingan keberlangsungan suatu negara.

Peningkatan Lingkungan

Hasil dari wajib belajar 12 tahun adalah masyarakat diharapkan bisa menciptakan lingkungan aman untuk ditinggali berdasarkan pelajaran moral yang di dapat lewat sekolah. Namun pada prakteknya saja masih banyak anak-anak tidak mendapatkan kesempatan tersebut karena tidak adanya biaya sekolah. Itulah tujuan-tujuan dari pemerintah menciptakan program wajib belajar 12 tahun, namun sampai saat ini program tersebut belum maksimal dalam penerapannya.

Sumber: https://www.seputarpengetahuan.co.id/

Membuka Lubuk Hati yang Dalam

Para pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, melalui tulisan pada halaman ini kami sampaikan sebuah materi ringkas untuk membuka lubuk hati yang dalam. Setiap kita pasti mempunyai rasa dan perasaan. Setiap kita sudah jelas mempunyai hati nurani. Yuk kita sama-sama membuka tirai yang barangkali masih menutupi hati dan pikiran kita.

Membuka lubuk hati yang dalam

Mulai dari nabiyullah Adam ‘alaihis-salaam hingga Nabi terakhir yakni nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam, semuanya diutus Adalah untuk menyampaikan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada ummat-Nya. Rasul juga manusia biasa meski bukan sembarangan manusia, maka sudah pasti beliau pun akan mengalami wafat.

 

Setelah Para rasul Meninggal

Sesudah Rasulullah tiada yakni meninggalkan dunia fana ini, maka kehidupan manusia jelas akan mengalami perubahan. Jadi banyak yang meninggalkan ajaran agamanya. Dari situlah terjadinya carut marut dalam kehidupan. Faham mulai bermunculan yang hanya mengikuti akalnya saja tidak bersandar kepada yang sebenarnya.

Permasalahannya karena dorongan hawa nafsu sehingga hidup tanpa pedoman. Kehidupan ummat manusia itu jadi kembali akan memiliki pedoman setelah diturunkannya Al-Qur'an. Karena dalam al-qur'an mengatur segalanya sesuai wahyu. 

Melalui Malaikat Jibril berangsur-angsur wahyu disampaikan kepada Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam. Al-Qur’an adalah kitab suci ummat islam yang diwahyukan Allah kepada nabi pilihan-Nya.

Kandungan Al-qur’an

Isi dan Kandungan Al-qur’an itu sudah memuat semua inti dari wahyu Allah yang telah Allah Ta’ala wahyukan kepada para nabi dan para rasul-Nya. Al-qur’an adalah mukjizat Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam yang terbesar.

Maka oleh sebab itu Al-qur’an sangatlah lebih pantas untuk dijadikan pedoman dan dasar hukum untuk kehidupan semua ummat manusia di dunia ini untuk mencapai kebahagiaan dunia akhirat. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam. 

Beliau telah menyatakan dalam sabdanya bahwa manusia tidak akan tersesat di dalam menjalani hidupnya sepanjang ia berpegang teguh pada Al-qur’an dan As-Sunnah. Demikian ringkasan materi tentang pembuka lubuk hati yang dalam semoga bermanfaat buat para pembaca.

Kunjungi juga: https://www.fiqih.co.id/

Simak Beragam Metode Belajar Alquran yang Bisa Anda Terapkan

Belajar Alquran memang harus dibiasakan sejak dini. Ada beberapa metode belajar Alquran yang bisa anda terapkan sejak dini pada anak. Dengan menerapkan salah satu metode, maka anda bisa mengajarkan cara membaca Alquran yang baik dan benar pada anak.

Berbagai Macam Metode Belajar Alquran

Metode pembelajaran tersebut diciptakan untuk memudahkan siapapun dalam belajar Alquran. Berikut ini beberapa metode belajar membaca Alquran yang bisa anda gunakan.

1. Metode Iqro'

Pengertian metode yang satu ini adalah membaca Alquran dengan penekanan langsung dari buku panduan iqro'. Ada sekitar 6 jilid buku iqro' yang memiliki tingkatan berbeda-beda. Metode akan dimulai dengan membaca iqro' dari jilid pertama, kemudian berlanjut hingga ke jilid kedua.

Kelebihan dari metode ini adalah lebih komunikatif karena santri bisa membaca dengan baik dan benar. Selain itu, ada beberapa tingkatan yang mungkin bisa menjadi tolok ukur kemampuan. Selanjutnya adalah buku iqro' yang sudah tersedia di berbagai toko buku.

2. Metode Al-Baghdadiyah

Selanjutnya adalah metode Al-Baghdadiyah yang merupakan metode belajar secara runtut. Artinya metode ini menggunakan proses ulang yang lebih dikenal dengan metode alif, ba, ta.

Kelebihan dari metode yang satu ini adalah mudah dalam pembelajaran. Sebab, santri lebih mudah dalam memahami dan mempelajari huruf hijaiyah.

3. Metode An-Nahdhiyah

Metode yang satu ini berfokus pada penekanan kesesuaian dan keteraturan bacaan. Kelebihan dari metode ini adalah terdapat sistem guru dan murid.

Sehingga pembelajaran menjadi lebih mudah dan terarah. Kemudian ada test bacaan yang nantinya jika lulus akan mendapatkan syahadah lulus. Test tersebut juga bisa digunakan untuk mengukur kemampuan dalam membaca Alquran.

4. Metode Barqy

Metode yang lainnya adalah metode Barqy yang lebih menekankan pada pendekatan global. Kelebihan dari metode ini adalah mudah dalam hal penghafalan. Kemudian ada pengenalan bacaan musykil yang nantinya sering anda jumpai dalam Alquran.

Beberapa metode belajar Alquran tersebut bisa anda terapkan untuk mengajari santri. Bisa juga anda terapkan untuk mengajari anak dan lebih baik jika dimulai sejak masih usia dini.

Sumber Referensi: https://cendekiaprivat.com

Bukan Hanya Mengulang Soal, Remidi Harus Berikan 5 Nilai Ini

Remidi menjadi proses yang harus dilewati oleh siswa ketika siswa tidak mampu meraih batas nilai yang ditentukan. Hal ini merupakan sesuatu yang lumrah dan hampir dialami oleh semua siswa. Ketika seorang siswa mengerjakan ujian dan mendapatkan nilai di bawah batas minimal, maka siswa tersebut harus melakukan remedial. Remedial bukan hanya tentang pengulangan, namun ada nilai-nilai yang bermakna di dalamnya. Apa sajakah itu?

Adaptasi

Remidi yang diberikan harus mengandung nilai adaptasi yang berarti para siswa menyadari bahwa dirinya memiliki keunikan sendiri-sendiri. Keunikan tersebut menyebabkan cara belajar dan tingkat pemahaman para siswa berbeda-beda. Guru pun dapat beradaptasi menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan keadaan siswanya.

Interaksi

Momen remidi menjadi saat yang tepat untuk siswa meningkatkan interaksi dengan para pendidik. Siswa yang kurang paham dapat menyampaikan kebingungannya sehingga guru dapat berinteraksi dengan siswa lebih leluasa. Melalui interaksi ini guru bisa mengetahui tingkat pencapaian siswa.

Perbaikan

Ketika guru dan siswa sudah berinteraksi maka guru bisa tahu apa saja yang kurang dari yang diajarkannya sehingga dapat memilih untuk melakukan perbaikan. Perbaikan yang dipilih hendaknya disesuaikan dengan keadaan masing-masing siswa mengingat keunikan yang ada dalam diri siswa. Memang tujuannya adalah untuk perbaikan nilai, namun pada hakikatnya yang dimaksud perbaikan adalah memperbaiki kurangnya pemahaman yang didapat para siswa.

Pengajaran

Guru yang sudah mengetahui apa yang perlu diperbaiki dapat melakukan pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan. Pengajaran ini diperlukan agar siswa lebih paham saat mengerjakan soal pengulangan. Jadi siswa tidak hanya harus mengerjakan ulang, namun menerima pembelajaran yang lebih baik.

Bimbingan

Dalam pengerjaan remidi, guru tidak boleh hanya membiarkan siswanya mengerjakan ulang. Namun guru juga harus memberikan bimbingan berkelanjutan demi tercapainya pemahaman yang lebih baik. Para siswa berhak dan harus mendapatkan bimbingan agar proses remedial yang dilakukan tidak sia-sia.

Remedial memang kebanyakan hanya sebatas mengulang mengerjakan soal. Namun sebenarnya pihak guru harus terlibat dalam proses pengulangan ini agar siswa bisa mengerti maksud tujuan yang ingin dicapai. Dengan memperhatikan kelima nilai tersebut, mutu pendidikan akan meningkat melalui remedial yang dijalani.

 

Baca juga tentang Map Raport K13