Membuka Lubuk Hati yang Dalam

Para pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, melalui tulisan pada halaman ini kami sampaikan sebuah materi ringkas untuk membuka lubuk hati yang dalam. Setiap kita pasti mempunyai rasa dan perasaan. Setiap kita sudah jelas mempunyai hati nurani. Yuk kita sama-sama membuka tirai yang barangkali masih menutupi hati dan pikiran kita.

Membuka lubuk hati yang dalam

Mulai dari nabiyullah Adam ‘alaihis-salaam hingga Nabi terakhir yakni nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam, semuanya diutus Adalah untuk menyampaikan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada ummat-Nya. Rasul juga manusia biasa meski bukan sembarangan manusia, maka sudah pasti beliau pun akan mengalami wafat.

 

Setelah Para rasul Meninggal

Sesudah Rasulullah tiada yakni meninggalkan dunia fana ini, maka kehidupan manusia jelas akan mengalami perubahan. Jadi banyak yang meninggalkan ajaran agamanya. Dari situlah terjadinya carut marut dalam kehidupan. Faham mulai bermunculan yang hanya mengikuti akalnya saja tidak bersandar kepada yang sebenarnya.

Permasalahannya karena dorongan hawa nafsu sehingga hidup tanpa pedoman. Kehidupan ummat manusia itu jadi kembali akan memiliki pedoman setelah diturunkannya Al-Qur'an. Karena dalam al-qur'an mengatur segalanya sesuai wahyu. 

Melalui Malaikat Jibril berangsur-angsur wahyu disampaikan kepada Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam. Al-Qur’an adalah kitab suci ummat islam yang diwahyukan Allah kepada nabi pilihan-Nya.

Kandungan Al-qur’an

Isi dan Kandungan Al-qur’an itu sudah memuat semua inti dari wahyu Allah yang telah Allah Ta’ala wahyukan kepada para nabi dan para rasul-Nya. Al-qur’an adalah mukjizat Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam yang terbesar.

Maka oleh sebab itu Al-qur’an sangatlah lebih pantas untuk dijadikan pedoman dan dasar hukum untuk kehidupan semua ummat manusia di dunia ini untuk mencapai kebahagiaan dunia akhirat. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam. 

Beliau telah menyatakan dalam sabdanya bahwa manusia tidak akan tersesat di dalam menjalani hidupnya sepanjang ia berpegang teguh pada Al-qur’an dan As-Sunnah. Demikian ringkasan materi tentang pembuka lubuk hati yang dalam semoga bermanfaat buat para pembaca.

Kunjungi juga: https://www.fiqih.co.id/