5 Cara Menghilangkan Jamur Pada Kucing Secara Ampuh

Kucing Jamuran adalah suatu penyakit yang menyerang kulit kucing, ciri cirinya mirip kaya kurap dimana ia akan membentuk lingkaran dengan kemerahan pada area kulit.

Ada banyak sekali jenis jenis jamur yang menyerang kulit. Seperti Ringworm, Scabies kucing, Yeast, Pijal, jerawat kucing dll. Masing masing penyakit memiliki ciri ciri dan jamur yang berbeda.

jamur pada kucing

Namun cara mengobatinya cenderung sama. Dilansir dari myhewan, berikut ini cara menghilangkan jamur pada kucing secara ampuh :

1. Karantina Mandiri

Nah, kucing yang sudah dinyatakan terinfeksi jamur, disarankan untuk tidak di biarkan keluar untuk bermain dengan kucing lain. Alasannya, agar si kucing tidak menularkan mikroorganisme tersebut ke kulit kucing yang lain.

Kan bahaya, jika semua peliharaan Anda kena jamur semua. Nanti bakal kerepotan, apalagi itu juga bisa menularkan ke manusia. Jadi harus hati hati.

2. Berikan Obat Salep Anti Jamur

Untuk obat luar, Anda bisa coba upaya ini. Yaitu dengan mengoleskan obat salep ke area yang terinfeksi dan jangan lupa untuk dilebihkan di area sekitarnya.

Anda bisa mencari obat ini di toko online langganan, atau bisa datangi langsung toko hewan di sekitar lingkungan Anda.

3. Gunakan Sampo

sampo anti jamur

Yang berikutnya, coba Anda gunakan shampo Ketoconazole, dimana jenis ini merupakan shampo untuk membasmi jamur. Gunakan saat kucing mau Mandi, kalau bisa gunakan sarung tangan agar tangan Anda tidak menjadi media penularan.

Usahakan untuk memandikan kucing sekitar 2 kali sebulan selama kena jamur. Atau bisa ditambah.

4. Obat Minum

obat jamur untuk kucing

Selain dari luar, tentu cara mengobati jamur pada kucing juga perlu dilakukan dari dalam. Dimana kucing bisa dikasih obat antibiotik atau obat anti jamur yang khusus bekerja dari dalam tubuh.

Anda dapat membawa kucing Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang pas sampai ke obat obatnya.

5. Memotong Bulu Kucing

Untuk memudahkan dalam memberikan salep ke kucing, maka perlu Anda potong bulu kucingnya biar gak kepanjangan. Selain itu dengan memiliki bulu pendek, kucing Anda akan dapat terkontrol dengan baik oleh Anda.

Apalagi saat pemberian salep, jika bulunya pendek kan jadi lebih gampang dan tepat sasaran. Berbeda dengan kalau bulunya panjang, bisa bikin salepnya kena ke bulu terus.

Semoga berhasil yah cats lovers.

5 Ciri-Ciri Kelinci Anda Sedang Sakit, Yang Terakhir Sering Diabaikan!!

Mempunyai hewan peliharaan memang tidak semudah yang dibayangkan, apalagi jika mereka sedang sakit dan tidak seceria biasanya. Contohnya seperti pemilik kelinci yang melihat peliharaannya jadi pucat dan lemas. 

Tentu hal itu membuat khawatir para pemilik kelinci khususnya para pemula. Maka itu sangat disarankan bagi para pemula mencari informasi terkait memahami ciri-ciri kelinci sakit.

Informasi ini bisa kamu cari di blog hewan yang terpercaya dan sangat informatif. Atau kamu bisa baca artikel ini, karena kami akan memberi tahu bagaimana ciri-ciri kelinci yang sedang sakit.

Ciri Ciri Kelinci Sakit

kelinci

1. Kelinci Tidak Nafsu Makan 

Semua makhluk hidup jika sedang sakit pasti kehilangan nafsu makannya. Salah satunya hewan kecil yang suka ngemil ini. Tapi jika kamu melihat perubahan nafsu makannya menjadi turun, bisa jadi ia sedang tidak sehat.

Bisa jadi kelinci kamu sedang diare, kembung, atau yang lainnya. Jika kamu bingung dan sakit kelinci tidak kunjung membaik, silahkan bawa kelinci kamu ke dokter hewan terdekat.

2. Kelinci Minum Terus Menerus

Jika kelinci kamu tidak nafsu makan tapi ia sangat sering minum, hal itu justru berbahaya bagi kelinci. Bisa jadi ia sedang tidak sehat. Untuk tahu penyebabnya silahkan periksa ke dokter hewan.

3. Kelinci Tidak Suka Makanan Kesukaannya

Seenak dan semahal apapun makanannya, jika sedang sakit semuanya terasa hambar dan sangat tidak berselera. Sama seperti kelinci yang sedang sakit, ia menjadi sangat tidak berselera meskipun itu makanan kesukaannya.

4. Jadi Malas Beraktifitas

Sakit membuat kita malas untuk beraktifitas dan lebih memilih untuk tidur seharian. Sama juga seperti kelinci, meskipun ia terkenal hewan yang sangat lincah, saat sakit ia akan jadi lemah dan tak bertenaga.

5. Urine Kelinci Berubah

Kelinci yang sakit warna urinenya akan berubah menjadi keruh dan kental. Untuk mengetahui penyebabnya kamu bisa membawa kelinci peliharaanmu ke dokter hewan.

Hal ini juga berlaku pada feses kelinci. Jika fesesnya basah kemungkinan kelinci sedang mengalami diare. Sedangkan jika terlalu kering bisa jadi kelinci kekurangan minum alias dehidrasi.

Nah, informasi diatas merupakan sebagian ciri-ciri kelinci jika sedang sakit yang bisa kamu tambah lagi informasinya dengan langsung mendatangi dokter hewan. Terimakasih.